Wednesday, November 1, 2023
Jurnal Refleksi Dwi Mingguan modul 3.3 tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid yang kedua.
JURNAL REFLEKSI DWI MINGGUAN MODUL 3.3 PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF PADA MURID
TRISNO SETIANTO
CGP ANGKATAN 8
KABUPATEN Jember
Assalamualaikum, saya TRISNO SETIANTO Calon Guru Penggerak Angkatan 8 Kabupateb Jember. Kali ini saya menuliskan refleksi pengalaman diri saya dalam Jurnal Refleksi Dwi Mingguan pada modul 3.3 tentang Pengelolaan Program Yang Berdampak Positif Pada Murid yang kedua. Jurnal ini sebagai refleksi diri setelah selama dua minggu saya tulis setelah kegiatan lokakarya 5.
Saya menuliskan jurnal refleksi ini dengan menerapkan model 1 yaitu model 4F (Fact, Feeling, Findings, dan Future, diterjemahkan menjadi 4P yakni : Peristiwa; Perasaan; Pembelajaran; dan Penerapan.
1. Fact / Peristiwa
Pada kesempatan kali ini saya menuliskan bagaimana saya menuntaskan tugas tugas saya dalam mengerjakan tugas untuk mengejar tanggal jatuh tempo tugas guru penggerak di LMS.
Pada tanggal 28 Oktober 2023 saya mendapat tugas untuk mengikuti lokakarya 5. Pada lokakarya ini saya dipandu oleh pengajar Praktik Bapak Andri Sulistiyono, Bapak Mohammad Imron dan Ibu Umi Mutmanah. Adapun materi pada lokakarya ini adalah tentang Pengelolaan Program yang berdampak pada murid. Kami peserta lokakarya Jember 3 dibagi menjadi 5 kelompok dimana setiap kelompok terdiri dari 3 orang. Saya bersama ibu Ratna dari kecamatan Tempurejo, dan Ibu Dewi dari kecamatan Ambulu. Sesi satu saya berdiskusi tentang tahapan B dan A, kami sepakat mengambil sebuah Program Tuku Sagu (Satu Buku Satu Minggu) Dimana program ini berangkat dari keprihatinan kita sebagai guru terhadap budaya membaca pada anak. Selanjutnya kami mempresentasikannya di dalam lokakarya.
Sesi kedua adalah Gali Mimpi bagaimana kita membentuk Impian tentang program yang telah kita buat. Sedangkan pada Sesi tiga kami secara individual menuliskan program kami sendiri yang dirancang di sekolah masing masing. Saya menuliskan program saya di sekolah yaitu Kalingga (Kebun Lingkungan Alam Ajung Tiga). Berangkat dari upaya pemerintah untuk memanfaatkan ruang kosong untuk menekan Inflasi. Kami di sekolah berinisiatif untuk berbagi pengalaman bercocok tanam dan Budi daya ikan di Ruang halaman. Kami mengajak siswa membuat program berasal dari suara (voice), pilihan (choice) dan Ownership (kepemilikan murid). Program ini di presentasikan menggunakan metode Galery walking
2. Feeling (Perasaan)
Perasana saya pada saat menyelesaikan modul ini ada rasa senang dan sedih. Karena ini adalah modul terakhir dari Pendidikan Guru Penggerak. Rasa senang karena saya dapat menuntaskan program dengan kerja keras. Melawan rasa capek dan bosan selama kurang lebih 6 bulan. Rasa sedih karena saya tidak bisa berinteraksi dengan teman teman CGP dengan Bapak Fasilitaor maupun Pengajar praktik. Dari modul ini saya banyak belajar bagaimana sebuah program yang bisa berdampak pada murid. Program yang benar benar berasal dari suara murid, pilihan murid maupun milik murid.
3. Finding (Pembelajaran)
Dari program ini saya bisa mendapatkan sebuah pengalaman tentang bagaimana sebuah program bisa berjalan dan dapat dievaluasi keefektifannya. Bagaimana murid mau menjalankan program dengan rasa gembira, tanpa ada rasa tertekan. Sehingga program ini akan membuat sebuah cikal bakal sebuah sekolah yang Indah dan bersih serta memiliki dampak di lingkungan.
4. Future (Penerapan)
Dari program ini saya berharap program ini akan membentuk murid yang mandiri, kreatif, dan memiliki budaya kerja. Setidaknya murid bisa mempelajari bagaimana sebuah ekosistem ini akan berlangsung. Kedepannya murid bakal mampu berpikir kritis tentang lingkungan alam sekitar.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment